Minggu, 27 Januari 2013

Ooo, Ternyata Begini Rasanya

Setiawan Chogah

Ooo, Ternyata Begini Rasanya


Minggu, 27 Januari 2013

Seumur-umur saya tidak pernah mendapat pelajaran jurnalistik secara formal. Zaman SMA, saya adalah siswa yang saban hari berjibaku dengan teori-teori ilmu alam, dan begitu kuliah saya malah nyasar di jurusan Teknik Industri, lagi-lagi jauh dari aroma jurnalistik. Saya menyebutnya kesesatan termanis. Ya ya ya, ada bagian yang harus saya syukuri ketika saat ini saya menjadi seorang jurnalis dengan backround ilmu alam. Inilah hidup itu. Ketika ditanya mengapa saya justru memilih untuk 'berpacaran' dan tersesat dengan sangat ikhlas dengan dunia kata dan menolak untuk pedekate dengan dunia engineering, saya selalu menjawab, "Ya beginilah hidup saya. Seperti air yang melalui bermacam tempat untuk bisa sampai ke laut. Melewati sungai, hutan, perkampungan, masuk ke dalam tanah, dan bahkan tak jarang kembali ke langit sebelum sampai ke muara." Saya menikmati kok proses hidup saya. Walau yaa, kebanyakan mengeluh. Hahaha. Namanya juga manusia. Mengeluh bukan bearti mati, kan?

Di hari kedua saya resmi bergabung di Banten Muda, sungguh ini adalah impian saya selama bertahun-tahun silam. Saya masih ingat, dulu, waktu saya dan Afdal suka menonton tivi di rumah tetangga, saya paling suka acara Arena 123 di TVRI. Kalau tidak salah acara itu dibawakan oleh Kak Devi dan Si Kumba. Ya! Kak Devi-lah orang yang pertama kali membuat saya berani berangan-angan, suatu hari saya ingin seperti dia, jadi pembawa acara di tivi, jalan-jalan ke banyak tempat di Indonesia bahkan dunia, bertemu banyak orang. Di angan saya, menjadi Kak Devi itu pasti menyenangkan sekali. 

Saya sadar, bahwa angan saya itu masih jauh dari kenyataan. Tapi, hari ini, setidaknya saya sudah merasakan sebagian kecil dari apa yang pernah dirasakan oleh Kak Devi. Di hari kedua terjun ke dunia jurnalistik, saya mendapat tugas dari media saya untuk meliput konser RAN di acara Smansa Fair X SMAN  1 Kota Serang. 

Brrr... Bertahun-tahun saya menanam dan memupuk impian untuk bisa seperti ini. Jujur, saya masih sangat mentah. Sebagai seorang mahasiswa Teknik Industri, saya tidak pernah diajarkan bagaimana mewawancara tokoh, bagaimana mengambil gambar yang bagus, bagimana... bagaimana... bagaimana. 

Ya... boleh dikatakan, tugas pertama ini saya jalankan dengan bermodal firasat dan sedikit pengalaman selama bergabung dengan CK  untuk peliputan berita kecil di majalah Story. Saya sampai di tempat acara sekitar pukul 01.00. Sausana sekolah favorit di Kota Serang, bahkan Banten ini masih adem ayem. Maklum, bintang tamu yang diundang OSIS 59 itu belum datang. Saya menunggu sembari menikmati perform dari band-band lokal serta tari kreasi dari anak-anak Smansa. Melihat mereka, saya sempat menyesal tidak pernah belajar memainkan alat musik. Hahaha. Kok ya cowok bisa main gitar itu kelihatannya macho sekali? *Entahlah*

Pukul 16.00 RAN sudah di lokasi. Sebenarnya dari kantor saya tidak ditugaskan untuk mewawancara RAN. Kita fokus kepada acara Smansa Fair-nya dengan sedikit menyinggung RAN sebagai guest star. Tapi ini adalah kesempatan buat saya untuk mewawancara tiga seleb itu, dan saya harus bisa foto bareng mereka. Hahaha.

Saya langsung mengirim SMS pada Muiz dan Bemby, wartawan Radar Banten. Dan jawabannya mereka cukup membuat saya dilanda wabah kecewa dan putus asa. "Kita udahan liputannya, tadi ketemu RAN di lantai 2." Glek! Bearti tadi RAN udah press conferences dan saya tidak ada di tempat. Goblok! Saya menggigit bibir.

Nekad, saya naik ke lantai atas. Menemukan beberapa laki-laki berseragam polisi. Ya, firasat saya mengatakan RAN pasti ada di ruangan yang pintunya dijaga para polisi itu. Saya mencoba mengintip dari jendela. Persis sekali! Saya melihat Nino, satu-satunya nama personil RAN yang saya hafal. Hahaha. Itu pun gegara wajah Nino pernah muncul di infotainment waktu saya ngefans abis sama Pevita Pearce. Dan saat itu jugalah saya sangat-sangat-sangat menyesal tidak menyukai musik! 

Saya berpikir sejenak - memikirkan bagaimana caranya agar saya bisa masuk dan mewawancara mereka. Satu detik, dua detik... saya langsung menemui panitia Smansa Fair bertanya apakah saya bisa masuk dan bertemu RAN. Deal! Saya boleh masuk dengan syarat mendapat persetujuan dari pengawal di pintu dan managernya RAN tentunya. Saya langsung mengutarakan tujuan saya. Saya perlihatkan ID saya dan mengatakan dari Banten Muda, salah satu sponsor dari Smansa Fair. Pak Polisi meminta saya menunggu beberapa saat, saya lihat beliau bercakap-cakap dengan pria berkaos ungu di dalam ruangan. Tentunya itu manager RAN.

Sip! Saya dibolehkan masuk. Brrr...! Lalu? Saya harus melakukan apa? Hahaha. Blank!

Tidak mau meninggalkan kesan wartawan karbitan, saya langsung melempar senyum. Menyalami personil RAN secara bergantian dan menyampaikan sedikit tentang tujuan saya untuk mewawancara mereka. Mereka setuju, beberapa pertanyaan standar tersampaikan dan dijawab dengan lancar dan sangat ramah. Sekarang saatnya saya mengambil foto mereka, dan yang WOW! banget mereka mau foto bareng dengan saya. Huwahahaha.

Great! Tugas saya selesai. Tinggal mengambil beberapa foto saat RAN manggung dan menulis berita yang harus disetor sebelum pukul 19.00. Langit Kota Serang masih cerah, apalagi ditambah dengan histeria para Ranners yang langsung menjerit begitu RAN menaiki panggung. Hits Tunjukkan Cintamu dan Ratu Lebah *saya tahu judul ini setelah browsing di i-net dengan keyword beberapa lirik yang tadi sempat saya catat* sukses membuat Smansa gagap gempita-RAN mengajak Ranners bernyanyi bersama. Termasuk saya yang saat itu ikut-ikutan menyatakan diri sebagai Ranners. Hahaha. 

What a great day! Entah kenapa hari ini saya merasa keren sekali. Berita terkirim satu jam sebelum deadline. Ini toh rasanya jadi jurnalis itu... Capek juga, lebih capek dari mengurus bisnis, tapi feel-nya itu lho... berbeda 180 derajat. Saya benar-benar merasakan hal yang dinamakan orgasme psikologis hari ini. Thanks RAN, thanks Banten Muda. 


About the Author

Setiawan Chogah / Author & Editor

Penulis buku "SMS Terakhir" | Corporate Communications Dompet Dhuafa Banten | Pemimpin Redaksi biem.co (Banten Muda Online) CP: +62 821 1040 9641

4 komen dari temen² gue:

  1. iya memang keren sekaleee....

    BalasHapus
  2. Terima kasih sudah berbagi pengalaman yang menyenangkan! Selamat menikmati 'hidup' dan terus semangat untuk belajar, ya! :D

    BalasHapus
  3. @bintangberkisah terima kasih kembali sudah promote blog saya yaa :D

    BalasHapus

Silakan dikomentari, Sob! : (◠‿◠)