Rabu, 05 September 2012

SMAN Agam Cendekia

Setiawan Chogah
SMAN Agam Cendekia
Ilmu Alam Only, tapi... Rancak Bana! 
(Majalah Story, 25 April-25 Mei 2012)

Semburat terang baru saja menampakkan dirinya dari balik Puncak Lawang ketika aku dan teman-teman terbangun dari tidur. Seperti hari-hari sebelumnya, di pagi sedini ini, kami Smanacers, sebutan untuk siswa SMAN Agam Cendekia harus sudah bersiap untuk melakukan shalat berjamaah di Masjid Imam Bonjol, beberapa meter dari asramaku. Oh ya, sebelumnya aku ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu, namaku Regina Putri Riandes. Pagi ini aku sudah janjian dengan Puja, tepatnya Puja Putri Abdullah, teman satu kelasku untuk meliput kegiatan kami para Smanacer dan dikirim ke Majalah Story. Hehehee.

Saat suasana Maninjau masih pekat dalam balutan udara dingin. Aku, Puja, dan tentunya ratusan Smanacers lainnya sudah selesai menunaikan shaolat Subuh berjamaah. Untuk selanjutnya, kami akan mengikuti kegiatan lari pagi yang sifatnya diwajibkan bagi warga Smanac. Yap! Sekolahku memang berbeda dengan kebanyakan sekolah di Ranah Minang ini, Storylovers. Kami siswa SMAN Agam Cendekia harus melewati berbagai tes terlebih dahulu untuk bisa menyandang predikat sebagai siswa di salah satu SMA Unggulan Sumatera Barat ini. Aku masih ingat, tiga tahun yang lalu ketika aku baru saja lulus dari SMP di Lubuk Basung, aku sudah bertekad untuk bisa melanjutkan pendidikan di SMA nomor satu di Kabupaten Agam ini. Tentu saja bukan tanpa alasan aku begitu ingin bersekolah di sini. SMAN Agam Cendekia yang berdiri pada 2 Agustus 2004 atas kerjasama Pemerintahan Kabupaten Agam dengan Yayasan Bina Insan Cendekia Madani ini adalah salah satu sekolah berprestasi di provinsi Sumatra Barat. Tidak sembarangan orang lho yang bisa bersekolah di sini. Untuk bisa tercatat sebagai siswa di SMANAC, calon siswa harus mengituti beberapa tes terlebih dahulu, di antaranya, usia maksimal 16 tahun saat mendaftar, tinggi dan berat badan ideal, nilai rapor Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA minimal 7,5 serta masuk 10 besar di kelas mulai dari kelas I sampai kelas III serta lulus seleksi. 

"Kalau semua terpenuhi, maka siswa bisa mengikuti seleksi sekolah. Selain administrasi, juga akademik, imtaq, dan kesamaptaan. Kalau lulus, baru diterima sebagai siswa," ujar Bapak M. Mustapa Kamil, Kepala Sekolah SMANAC saat kami wawancarai. 

Jadi, selain cerdas, calon siswa SMAN Agam Cendekia juga harus dipastikan sehat secara jasmani dan rohani. Wow kan? 

Makanya, untuk tetap menjaga kesehatan, setiap pagi kami yang dinyatakan lulus seleksi diwajibkan untuk mengikuti kegiatan lari padi setiap selesai shalat Subuh. Go go go! 

Oiya, penting nih untuk Storylovers ketahui. Seperti yang aku katakan tadi, sekolahku persis berada di pinggiran Danau Maninjau, Kabupaten Agam. Danau Maninjau adalah salah satu tempat wisata terkenal yang banyak dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam, baik wisatawan asing maupun domestik. Danau Maninjau juga menjadi begitu istimewa dengan kehadiran sebuah sekolah yang mampu menyihir ribuan pemburu ilmu dari provinsi Sumatra Barat. Berawal dari keinginan tokoh-tokoh besar Sumatra Barat seperti Bapak Dr. H. Bachtiar Chamsyah, S. E. (Mantan Mentri Sosial Republik Indonesia), petinggi-petinggi Sumatra Barat, serta para perantau Sumatra Barat untuk melahirkan sebuah sekolah yang mampu melahirkan insan-insan muda berkualitas di kancah nasional. Keinginan orang-orang ini dilatarbelakangi karena pada saat ini pemuda-pemuda Minang jarang yang mampu bergerak gesit di dunia nasional. Tak seperti saat zaman Buya Hamka ataupun M. Hatta, mereka begitu dikenal oleh banyak kalangan bahkan di dunia Internasional karena kepiawaiannya dalam memimpin. Oleh karena itu, Bapak Bachtiar Chamsyah beserta petinggi-petinggi Sumatra Barat hendak mewujudkan impiannya dengan membangun sebuah sekolah yang unggul di berbagai bidang seperti, ilmu pengetahuan, teknologi, olahraga, seni, disiplin dan agama. Dengan semangat yang membara, maka berdirilah sebuah sekolah unggul yang bernama SMA Negeri Agam Cendekia. Sekolah boarding school yang berlandaskan kehidupan semi militer ini menjadi sekolah unggul, berprestasi, dan favorit di Sumatra Barat sampai saat ini. 

Pada awalnya, SMAN Agam Cendekia memiliki siswa yang sangat minim .Mulanya SMAN Agam Cendekia ini hanya diperuntukkan siswa laki-laki yang berasal dari Kabupaten Agam yang merupakan tempat berdirinya sekolah ini. Pada tahun kedua, sekolah ini mulai menerima siswa laki-laki yang berasal dari seluruh SMP di Sumatra Barat bahkan luar provinsi. Saking banyaknya peminat SMAN Agam Cendekia ini, di tahun ke 3 nya SMA ini menerima siswi perempuan dan siswa laki-laki . Sampai saat ini siswa siswi SMAN Agam Cendekia berjumlah 250 orang yang berjurusan IPA. 

Kehidupan di Sekolah dan Asrama 

Aku begitu bersyukur bisa menjadi bagian dari SMAN Agam Cendekia. Sebab, di sini aku bukan hanya dididik untuk pintar secara akademis. SMAN Agam Cendekia adalah rumah keduaku, selama bersekolah di sini aku harus tinggal di asrama dan baru bisa pulang ke Lubuk Basung sekali dalam sebulan. Tiada hari tanpa disiplin bagi kami di sini. Setiap hari siswa-siswi diwajibkan bangun pada pukul 04.30 WIB pagi. Merapikan asrama merupakan kegiatan rutin yang harus dilakukan. Selain mengutamakan ilmu pengetahuan, iman dan taqwa juga merupakan tiang utama. Siswa-siswi diwajibkan shalat berjamaah 5 kali sehari di masjid yang berada di dalam komplek SMAN Agam Cendekia. Setelah melaksanakan sholat, Smanacers mengikuti ceramah singkat yang disampaikan oleh siswa secara bergantian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Selain kerohanian, kesehatan jasmani juga harus tetap dijaga, siswa-siswi melaksanakan lari pagi di ikuti senam pagi, untuk menjaga kebugaran tubuh. Setiap paginya juga dilaksanakan morning review alias bercakap-cakap menggunakan bahasa Inggris, yang bertujuan untuk melatih kefasihan kami dalam berbahasa Inggris. Kemahiran kami berbahasa Inggris diukur dengan wajib mengikuti tes TOEFL setiap akir semester di lab bahasa. Hehehee. Hebat kan, Storylovers? 

SMA Semi Militer Pertama di Sumatera Barat 

Kehidupan di SMA ini identik dengan baris berbaris, langkah tegap, hormat, yang beraroma militer. Pukul 06.30 pagi seluruh siswa-siswi harus telah berbaris dengan rapi di depang ruang makan. Ketepatan waktu merupakan harga mati bagi kami. Sebelum berangkat ke sekolah, kami mengikuti apel pagi yang dipimpin oleh pembina siswa yang notabenenya berasal dari anggota POLRI dan TNI. Siswa-siswi SMAN Agam Cendekia berangkat ke sekolah berbaris dengan rapi yang dipimpin oleh seorang komandan, yang kami sebut danton, alias komandan pleton. Tak lupa keseragaman langkah, langkah tegap, hormat kanan, yang berala militer. 

Ilmu Alam Only! 

Storylovers, SMAN Agam Cendekia merupakan SMA khusus berjurusan IPA lho. Jadi kami Smanacers dipersiapkan untuk menjadi pencinta alam. Hihihii. Ya gak juga dong! Bicara soal fasilitas, aku boleh menyebutnya sangat memadai, seperti laboratorium IPA, lab komputer, lab bahasa, dan perpustakaan yang ramai dikunjungi oleh siswa-siswi yang haus akan ilmu pengetahuan. SMA ini juga menyediakan klinik-klinik mata pelajaran yang digunakan unuk pembinaan atau bertanya kepada guru tentang pelajaran yang tidak dimengerti. Biasanya klinik mata pelajaran dijaga oleh siswa-siswi yang bertugas piket sesuai jadwal yang memiliki kelebihan dari temannya, sebagai tempat bertanya siswa siswi yang lain. Tak hanya kehidupan dan keunggulannya saja yang berbeda dari SMA lain, siswa-siswi SMAN Agam Cendekia juga memakai seragam yang berbeda dengan siswa siswi SMA lain. Pakaian di SMA ini, pakaian yang menyerupai pakaian praja-praja IPDN. Sangat terciumlah aroma kemiliteran di SMAN Agam Cendekia. 

Segudang Ekstrakurikuler! 

Walau kami semua merupakan siswa IPA, SMA Negeri Agam Cendekia tidak hanya mementingkan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi saja kok, Storylovers. OSIS SMAN Agam Cendekia juga memiliki segudang ekstrakurikuler yang diikuti oleh siswa siswi. Sebut saja di bidang olahraga seperti vollyball, futsal, basketball, tenis, tenis meja, bulu tangkis, sepak takraw, dan catur. Oh iya, Storylovers udah pada nonton film Merantau, kan? Itu lho film laga yang mengangkat cerita kehidupan anak laki-laki Minang yang jago silat. Nah, di sini siswa-siswi juga diwajibkan menguasai Silat Minang yang sangat berguna nanti jika terjadi sesuatu yang mengancam diri di luar sana. SMAN Agam Cendekia juga memiliki ekskul Dayung Perahu Naga, setiap weekend siswa-siswi yang mengikuti ekskul ini diizikan keluar dari komplek asrama. Setelah otak kiri terisi dan kebugaran terjaga, otak kanan juga meminta untuk diperhatikan. Ekskul seni di SMA ini juga bejibun banyaknya, sebut saja, band, tari Minang, drama, talempong, marching band, paduan suara, nasyid, dan lain sebagainya. Di bidang keagamaan dan baris berbaris juga tak mau kalah dalam hal ekskul, di bidang keagamaan seperti muhadharah setiap minggu subuh, pembinaan bahasa Arab, Forum Annisa setiap Jumat siang yang dikhususkan untuk para muslimah dan sebagainya. Di bidang baris-berbaris seperti PASKIBRA (Pasukan Pengibar Bendera), latihan baris berbaris dan sebagainya. Dengan ekskul ini sangat terlihat persatuan, kerukunan, dan keakraban yang timbul pada diri siswa siswi. Mereka telah di anggap satu keluarga, walaupun datang dari berbagai daerah. Kesatuan Iman pun sangat terlihat dengan satu agama yaitu agama Islam. Cihuy kaan? 

Segudang Prestasi! 

Sejak lahirnya SMAN Agam Cendekia telah banyak menghasilkan prestasi prestasi yang membanggakan baik dibidang ilmu pengetahuan, seni, olahraga, agama dan baris berbaris. Biar gampangnya, aku dan Puja mencoba mengorek informasi dari bagian kesiswaan.

Meskipun SMAN Agam Cendekia merupakan sekolah khusus jurusan IPA, prestasi di jurusan IPS tak kalah banyaknya

Hihiiii, Storylovers pasti penasaran sekali kan seperti apa sekolahku ini. Makanya kalau berkunjung ke Sumatera Barat, jangan lupa mampir ke Danau Maninjau ya! Sekolah kami juga sering lho mendapat kunjungan dari wisatawan mancanega. Lumayan kan bisa praktek kemahiran berbahasa Inggris? 

Selalu Lulus 100% dan Alumni yang Mendunia 

Nah, ini dia Storylovers, mengapa SMANAC selalu menjadi incaran para siswa di Sumatera Barat. Selain unik dan berbeda, serta gudangnya prestasi, sekolahku ini juga dikenal sebagai pencetak lulusan berkualitas tas tas... 

SMAN Agam Cendekia telah banyak menciptakan lulusan–lulusan yang unggul dan berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lulusan lulusan SMAN Agam Cendekia yang diterima di berbagai universitas unggul dan fvorit di Indonesia seperti, UI, ITB, Unpad, UGM, Undip, Untirta, Unsri, USU, UNRI, Unand, dan Universitas Bakrie. Alumni SMAN Agam Cendekia juga banyak diterima di sekolah kedinasan seperti STAN, STIS, STKS, dan Akademi Polisi. Tak cukup sampai di sana saja, 3 orang lulusan SMAN Agam Cendekia juga menerima beasiswa kuliah di Amerika Serikat, 2 orang di Malaysia. Jangan lupa Storylovers, semua prestasi wow yang aku sebutkan di atas tadi terjadi sepanjang 2004 ke 2011 lho. Baru 7 tahun! 

Perpus yang Rancak Bana! 

Yihaa! Satu hal penting yang juga harus Storylovers tahu. Perpustakaan SMAN Agam Cendekia berada dalam gedung terpisah lho. Sangat berbeda dengan perpustakaan kebanyakan di sekolah lain. Gedung sekolah kami memang dirancang unik. Antara gedung asrama, gedung kelas, masjid, laboratorium, ruang makan, dan taman berada pada posisi yang terpisah-pisah. 

Perpustakaan merupakan tempat favorit bagi kami. Bagaimana tidak, di sinilah kami bisa menggali informasi yang lebih, yang tidak bisa kami dapatkan di kelas. Buku-buku di perpustakaan di-suply oleh banyak donatur dari Jakarta, dan Pemerintah Sumatera Barat serta Kabupaten Agam. Sebut saja koleksi buku pelajaran paling up to date, ensiklopedia, buku-buku texbook yang tebalnya minta ampun, majalah, buku-buku sastra, dan biografi tokoh-tokoh dunia tertata rapi di gedung khusus ini. 

Hmm, tidak berasa kegiatan hari ini sudah harus kami akhiri, Storylovers. Kami di sini belajar seperti di sekolah-sekolah umum sampai pukul 2 siang. Lalu dilanjutkan dengan pelajaran plus (komputer, agama, dan bahasa Inggris) sampai pukul 5 sore. Ketika sinar jingga membayang di kelor Ampek Puluah Ampek, kami pun telah siap untuk sholat Magrib berjamaah, lalu dilanjutkan dengan makan malam dan apel malam sebelum tidur. Hff, capek ya Storylovers, tapi demi masa depan yang aku mimpikan, aku harus kuat dan menjalankan semua ini dengan senang hati. (Chogah) 

Seperti yang diceritakan Regina dan Puja. 

About the Author

Setiawan Chogah / Author & Editor

Penulis buku "SMS Terakhir" | Corporate Communications Dompet Dhuafa Banten | Pemimpin Redaksi biem.co (Banten Muda Online) CP: +62 821 1040 9641

5 komen dari temen² gue:

  1. Balasan
    1. blg gt krna jdi pmeran pmbantu protagonis utama kaleeeee...-_-

      Hapus
  2. rancak bana !!!! jadi pengen nak lihat sekolah agam cendikia :D

    BalasHapus
  3. SMAN Agam Cendekia, mes que un escola...
    #ambil slogan Barca, bg....

    Mampir juga ke blog aku y bg....
    http://touristique-view.blogspot.com/

    BalasHapus
  4. kabarnya dapat uang saku juga ya???

    BalasHapus

Silakan dikomentari, Sob! : (◠‿◠)