Rabu, 05 September 2012

SMAN 1 Serang; Perpus yang Oke Banget!

Setiawan Chogah

SMAN 1 Serang
Perpus yang Oke Banget! 
(Majalah Story, 25 Feb-25 Maret 2012)


Rintik mengeja bumi saat aku dan Hilal mendatangi SMAN 1 Kota Serang di jalan Veteran, jalan utama yang kerap dilalui gubernur Banten menuju singasana dinasnya. Sekolah dengan label Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) ini tambah cantik saja. Bagian depan gedung nampak lebih mewah dengan desain modern minimalis, membuatnya berbeda dengan gedung sekolah lain. Warna abu-abu silver mondominasi gedung bagian dengan dengan tiga lantai ini. Di bagian tengah, warna kuning benderang bertuliskan SMAN 1 Kota Serang menyambut siapapun yang mendatangi sekolah dengna segudang prestasi ini.

Untungnya gerimis tidak berlanjut. Kedatangan kami disambut dengan senyum ramah securitydan mengantarkan kami kami ke front office untuk menemui perwakilan sekolah yang bisa Kami wawancarai. Sekolah yang pernah disinggahi penulis Balada si Roy yakni Gol A Gong menghabiskan masa putih abu-abunya ini lebih bersolek. Fasilitasnya jauh lebih banyak. Tidak lagi sebatas lapangan basket sekaligus untuk lapangan upacara setiap Senin, tapi dilengkapi lapangan tenis meja, laboratrium fisika, kimia, biologi, dan bahasa, serta mushola, kantin, dan digital library yang semuanya tertata dengan sangat apik. 

Hari itu, sekolah yang juga menelurkan siswa-siswa berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik terlihat lengang. Tidak seperti biasanya memang. Tapi ini membuat kami leluasa menjelajah ke sana ke mari mencari tahu ada apa saja di sekolah tersebut yang menjadikannya sebagai sekolah favorit yang banyak menjadi tujuan para siswa lulusan SMP se-Banten. Usut punya, ternyata hari itu sedang berlangsung UTS untuk kelas XII. Sementara kelas X dan IX diliburkan. 

Lumayan cukup lama menunggu untuk bisa menemui Wakaur Kesiswaan karena saat itu Kepala SMAN 1 Kota Serang sedang tidak berada di tempat. Akhirnya bincang-bincang kami dengan pihak sekolah diwakili oleh Ibu Rosdian Nur Utamie, S.Pd yang merupakan Pembina OSIS SMAN 1 Serang. Dari wanita ramah inilah kami mendapat informasi tentang sekolah yang merupakan cikal bakal adanya SMA Negeri di wilayah karisidenan Banten. Buat Storylovers, asal tahu nih, sekolah ini sudah berusia 59 tahun dan merupakan SMA tertua di Provinsi Banten. Waw! 

Kelas Akselerasi, 99% Tembus PTN 

Ibu Rosdian mengatakan, di sekolahnya terdapat sekitar 800 siswa. Setiap angkatan memiliki delapan kelas. Total kelas dari X, XI, dan XII sebanyak 26 kelas dan 2 kelas di antaranya adalah akselerasi. Di kelas akselerasi inilah, diisi para siswa berotak Einstein yang saling berkompetisi. Hebatnya, mereka hanya memerlukan waktu dua tahun untuk menamatkan SMA. 

“Kalau untuk kelas XII, dibagi dalam jurusan IPA dan IPS, sementara kelas akselerasi ini sudah jelas jurusannya IPA. Kompetisi di kelas ini cukup ketat, selalu ada evaluasi. Dua rengking terbawah akan dipindah ke kelas reguler. Lulusan kelas akselerasi ini 99 persennya diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) seperti UI, UGM, ITS, dan banyak lagi,” papar Rosdian yang lebih akrab disapa Dian yang berbincang dengan Kami di loby ruang guru. 

Di luar lulusan akaselerasi, kata Bu Dian, lulusan SMAN 1 Kota Serang juga diterima di berbagai PTN favorit. “Kalau dulu, masih didominasi UI, ITB, atau UGM, sekarang para siswa menyebar ke segala kampus, tidak pada kampus yang itu-itu juga,” jelas Bu Dian. 

Pertukaran Pelajar dan Ekskul 

Sejak 2004, para siswa SMAN 1 Kota Serang atau yang dikenal Smansa, kerap lolos pada program pertukaran pelajar ke luar negeri. Dua terakhir ini, kata Dian, 4 orang siswanya berangkat ke Amerika Serikat dan Jepang. Pada tahun ajaran 2010/2011, seorang siswa lolos pertukaran pelajar ke Amerika Serikat dan pada tahun ajaran 2011/2012, tiga orang siswanya lolos pertukaran pelajar ke Amerika Serikat dan Jepang. 

“Ini merupakan prestasi membanggakan bagi sekolah, karena seleksinya cukup ketat dan berlaku se-Indonesia,” terang Bu Dian. 

Dalam hal ekskul, terdapat banyak cabang di luar ekskul pokok seperti OSIS, PMR, MPK, dan Pramuka. Teater, paduan suara, Merpati Putih, taekwondo, basket, futsal, cheerleader, komputer, paskibra, traditional dance, RISMA, KIR, Japanesse Club, dan Wapala, menjadi kesibukan lain oara siswa menekuni hobi selepas sekolah pukul 14.00 WIB. Keseluruhan ekskul ini terpampang di pigura di lorong masuk sekolah. Puluhan piala pun berjejer di dekat lorong tersebut sebagai bukti para siswa tidak hanya dikenal cerdas di bidang akademik tapi tangkas di bidang nonakademik. 


Perpustakaan Selalu Update dengan Buku Terbaru 

Wah! Itulah kesan pertama kami ketika memasuki ruang perpustaan SMAN 1 Serang. Kedatangan Kami disambut ramah oleh Pak Malik dan Ibu Nurmalinda yang merupakan bagian pendataan dan pelayanan. 

Dari bincang-bincang kami, diketahui ternyata saat ini perpustakaan SMAN 1 Serang tengah merintis digital library. Selain koleksi buku yang lengkap, ruangan yang berada di lantai dua ini juga dilengkapi beberapa unit komputer. 

“Ke depannya perpustakaan ini akan dibagi menjadi beberapa ruang, seperti ruang khusus baca, ruang diskusi, dan ruang audio visual,” ungkap Pak Malik ketika kami menanyakan perihal konsep digital library yang tengah dicanangkan pihak sekolah. Jadi perpustakaan tidak hanya menjadi tempat baca dan meminjam buku saja, tetapi juga akan berfungsi sebagai sarana belajar diskusi bagi mata pelajaran yang membutuhkan, juga tersedia ruang audio visual untuk menayangkan video atau film guna menunjang pemahaman siswa tentang pelajaran tertentu. Wah, canggih, ya Storylovers? 

Untuk koleksi buku, perpustakaan sekolah yang pernah melahirnya penulis muda Endang Rukmana ini pun patut diacungin jempol. Sebut saja, mulai dari koleksi buku-buku sastra, novel populer, majalah, ensiklopedia, buku-buku bilingual, LKS, dan koran pun tersedia. 

Untuk sistem peminjaman buku, petugas perpustakaan pun memberikan pelayanan terbaik bagi siswa-siswi Smansa. Empat judul buku fiksi dan tanpa batas maksimal untuk peminjaman buku-buku referensi pelajaran boleh dipinjam dalam kurun waktu satu minggu. 

“Kalau pengembalian telat, seperti umumnya, kami memberlakukan sangsi, untuk melatih kedisplinan siswa,” terang Bu Linda sembari tersenyum kecil. 

Sedangkan untuk operisonal perpus ini dibuka setiap hari sekolah dari jam delapan sampai pukul empat sore, jadi siswa masih dapat berkunjung setelah jam pelajaran usai. 

“Kami selalu mengapdate buku-buku untuk keperluan siswa. Novel-novel popular juga ada, bahkan kami sering mendapat kunjungan orang-orang yang mencari referensi untuk karya ilmiah, karena di sini juga ada,” ungkap Pak Malik. Beliau menjelaskan bahwa koleksi buku di perputakaan ini berasal dari koleksi semenjak sekolah berdiri sampai sekarang. “Biasanya sekolah yang beli, tapi ada juga sumbangan dari dinas dan instansi lainya,” tutupnya di akhir bincang-bincang. 

Selesai wawancara dengan Pak Malik dan Bu Linda, kami mencoba mengintip koleksi buku yang berjejer rapi di rak perpus. Tidak hanya tataan buku yang rapi yang membuat kami kagum, di perpustakaan ini juga diberlakukan perletakan buku sesuai genre sehingga sangat mudah untuk dilacak pengunjung. Selain meja baca yang nyaman, juga tersedia meja untuk diskusi. Lantai perpus yang dilapisi karpet sehingga tidak masalah bagi pengunjung yang suka membaca sambil lesehan. 

Tidak terasa, empat jam sudah kami larut dalam suasana adem sekolah yang persis berada di depan Polres Kota Serang ini. Sebelum memutuskan pulang, Kami menyempatkan diri menyantap jajanan khas anak sekolahan di kantin yang berada di samping lapangan tenis meja. Hhm, pantas saja SMAN 1 Serang menjadi sekolah idaman bagi pelajar di Banten. (Hilal-Chogah) 

About the Author

Setiawan Chogah / Author & Editor

Penulis buku "SMS Terakhir" | Corporate Communications Dompet Dhuafa Banten | Pemimpin Redaksi biem.co (Banten Muda Online) CP: +62 821 1040 9641

1 komen dari temen² gue:

  1. Super Tulisannya!! Bangga pernah sekolah di SMANSA Serang.

    BalasHapus

Silakan dikomentari, Sob! : (◠‿◠)