Kamis, 23 Juni 2011

Mengatasi Kesulitan Menulis Skripsi

Setiawan Chogah
 Mengatasi Kesulitan Menulis Skripsi

Masalah ini mungkin mewakili ribuan mahasiswa yang memiliki kesulitan dalam penyusunan skripsi mereka. Kesulitan yang seringkali dialami di antaranya kesulitan mencari judul untuk skripsi, kesulitan mencari literatur dan bahan bacaan, dana yang terbatas, atau takut menemui dosen pembimbing. Kesulitan-kesulitan tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan stress, rendah diri, frustrasi, kehilangan motivasi, menunda penyusunan skripsi dan bahkan ada yang memutuskan untuk tidak menyelesaikan skripsinya.
Kondisi ini banyak menimpa mahasiswa di semua fakultas dan jurusan, termasuk mahasiswa fakultas Psikologi. Hal ini tentu saja sangat merugikan mahasiswa yang bersangkutan mengingat bahwa skripsi merupakan tahap paling akhir dan paling menentukan dalam mencapai gelar sarjana. Selain itu usaha dan kerja keras yang telah dilakukan bertahun-tahun sebelumnya menjadi sia-sia jika mahasiswa gagal menyelesaikan skripsi. Pertanyaan kita kemudian adalah bagaimana menyiasati hal tersebut sehingga para mahasiswa ini dapat segera mulai menulis, tidak kehilangan motivasi dan segera dapat menyelesaikan skripsi tepat pada waktunya.
Dalam artikel ini penulis mencoba untuk mengemukakan beberapa cara untuk menangani permasalahan-permasalahan yang seringkali dialami mahasiswa seperti yang tersebut di atas. Berikut ini adalah beberapa saran yang mungkin berguna untuk diikuti jika Sobat Nida termasuk dalam kategori mahasiswa yang mengalami masalah dalam penyusunan skripsi:
Perencanaan yang Matang

Dalam melakukan setiap kegiatan biasakan untuk merancang suatu rencana secara matang. Dengan perencanaan yang matang diharapkan tujuan akan lebih mudah dicapai. Hersey dan Blanchard (1995) mengatakan perencanaan adalah penyusunan tujuan dan sasaran serta penyusunan peta kerja yang memperlihatkan cara pencapaian tujuan dan sasaran. Untuk memudahkan langkah pelaksanaan penulisan skripsi, maka mahasiswa dapat membuat suatu peta kegiatan seperti contoh berikut ini :
Peta Kegiatan Penyusunan Skripsi

Peta kegiatan yang dibuat harus dilaksanakan dengan disiplin, karena bila terlalu memberi toleransi pada diri sendiri maka semua yang ada di peta tersebut akan sia-sia. Sedangkan hal yang masih boleh ditoleransi adalah bila berhubungan dengan dosen pembimbing dan hal yang berhubungan dengan pengurusan surat-surat keterangan.

Motivasi Diri Sendiri

Mengapa motivasi penting? Untuk menjelaskannya kita dapat memakai teori dasar dari motivasi yang dikemukakan oleh Vroom (Dunnet, 1990) bahwa Prestasi (P) merupakan hasil dari Motivasi (M) dan Kemampuan/Ability (A) dengan model sebagai berikut P = M x A.
Dengan model ini maka bila ada dua orang dengan kemampuan yang sama mengerjakan suatu tugas yang sama pula maka hasilnya bisa sangat berbeda. Misalkan Amir dan Budi sama-sama memiliki kemampuan 100, tetapi Amir memiliki motivasi 1 sedang budi memiliki motivasi 3 maka sesuai model diatas prestasi Amir hanya 100 sedangkan Budi 300. Terlihatlah sekarang betapa motivasi sangat berperan bagi prestasi seseorang.
Untuk memotivasi diri tampaknya salah satu kalimat dalam suatu iklan produk yang berbunyi "Ayo kamu bisa", harus selalu menjadi pegangan kita. Berkatalah pada diri sendiri "Saya pasti bisa, karena saya mampu". Jangan anggap remeh kemampuan diri sendiri.
Kita adalah manusia yang memiliki kemampuan yang luar biasa. Waktu kita sangat banyak, gunakan dengan efektif dan efisien. Dalam 1 minggu ada 7 hari, dalam 1 hari ada 24 jam. Bila kita mengganggap waktu sempit, berarti kita telah salah! Salah besar. Waktu kita dijadwalkan dengan batas waktu yang kita tentukan sendiri, jangan sampai waktu kita "terpaksa" dibatasi oleh fakultas, karena masa studi yang sudah hampir habis.
Mulai hari ini cobalah memotivasi diri sejak berada di rumah. Buatlah diri kita merasa berharga dan berbahagia. Bawalah kebahagian itu kemana kita berada, baik ke kampus, ke kantor atau ke lingkungan manapun juga. Tapi bagaimana caranya? Itukah yang kamu tanyakan! Menurut DePorter dan Hernacki (2001), sebelum melakukan hampir semua aktivitas dalam hidup kita, baik secara sadar maupun tidak, kita akan bertanya pada diri sendiri  tentang "Apa manfaat ini bagiku?". Pertanyaan "apa manfaatnya bagiku" tersebut terus kita tanyakan pada diri  sepanjang hari untuk memilih alternatif-alternatif aktivitas yang akan dilakukan.
Untuk lebih jelas dapat coba bayangkan hal berikut ini: Setiap pagi hari biasanya kita bangun tidur kemudian sembahyang subuh kemudian tidur lagi. Tetapi seharusnya akan lebih sehat bila kita bangun pagi shalat Subuh kemudian berolahraga pagi.  Nah, kita harus menimbang kedua hal tersebut dengan menanyakan "apa manfaatnya bagiku?". Bila kita pilih tidur lagi, ada kemungkinan bakalan terlambat dalam perkuliahan karena bangun kesiangan. Bila memilih berolahraga pagi, badan akan terasa segar dan sehat dan kitapun dapat berangkat ke kampus tepat waktu.
Dalam banyak situasi menemukan "apa manfaatnya bagiku" sama saja dengan menciptakan minat terhadap sesuatu yang akan kita kerjakan (DePorter & Hernacki, 2001). Untuk beberapa hal mungkin mudah sekali kita tertarik dan berminat melakukannya namun ada juga hal-hal yang harus dipaksa terlebih dahulu sebelum kita tertarik untuk mengerjakannya. Namun demikian, sesulit apapun sesuatu yang harus dilakukan, kita selalu dapat menemukan sesuatu hal menarik yang dapat memberikan motivasi bagi diri sendiri.
Paling penting adalah bahwa kita sudah termotivasi untuk mempelajari suatu hal/informasi baru karena beberapa alasan. Hal inilah yang dapat membantu untuk menyelesaikan penulisan skripsi. Pada saat kita sudah termotivasi maka segala sesuatu akan terasa lebih ringan dan menyenangkan. Sedangkan rasa bosan dan malas dengan sendirinya akan musnah, bila kita sudah termotivasi dengan baik (istilah kerennya: motivasi menulis skripsi sudah terinternalisasi), dan kita sudah memahami apa manfaatnya menulis skripsi untuk kehidupan jangka panjang kita, maka kita akan lebih bersemangat.
Fokus pada Materi yang Disukai

Sebelum mulai menulis cobalah tanyakan pada diri sendiri: "Bidang apa dalam Psikologi (jika jurusannya Psikologi) yang sesuai dengan selera saya; Klinis, Perkembangan, Sosial, Olahraga, Pendidikan, Industri dan Organisasi atau yang lain?". Selanjutnya tentukan pilihan dan mulailah memilih topik yang sederhana dan gampang untuk mencari sumber bacaan atau informasi.

Jangan menulis suatu topik yang terlalu luas, usahakan fokus pada satu permasalahan dan kita harus dapat membuat batasan secara jelas. Permasalahan yang dirumuskan haruslah logis dan terdukung oleh literatur dan bahan bacaan yang memadai.

Hal ini sejalan dengan apa yang pernah dikemukakan oleh Sumadi Suryabrata, Guru besar fakultas Psikologi UGM, bahwa untuk jenjang Strata 1 (S1) bentuk penulisan jangan terlalu sulit, cukup membuktikan hubungan dua variabel atau perbedaan suatu variabel. Dengan perkataan lain, janganlah  mempersulit diri dengan memilih topik yang hebat-hebat atau heboh padahal  tidak yakin bahwa anda menguasai materi tersebut, dan jangan terlalu idealis bila  ingin menyelesaikan skripsi dengan cepat dan tepat waktu. Namun demikian tidak berarti bahwa skripsi boleh dibuat ala kadarnya. Sebagai orang berpendidikan kita juga harus sadar bawa skripsi yang dihasilkan harus memiliki nilai akademis dan manfaat bagi siapapun yang berkepentingan terhadap skripsi tersebut.
Langkah awal yang terpenting untuk diingat dalam penulisan suatu penelitian ilmiah (Skripsi) adalah kemampuan untuk membuat rumusan permasalahan, tujuan penelitian dan manfaat penelitian tersebut. Semua itu harus memiliki landasan teori yang mendasar dan didukung argumen logis dari penulis. Tanpa itu mustahil dapat disetujui oleh dosen pembimbing.

Tingkatkan Kemampuan Sosialisasi

Dalam menyusun skripsi, menulis bukanlah kemampuan satu-satunya yang harus dikuasai, karena kemampuan sosialisasi memiliki porsi yang cukup vital. Rasa takut untuk menemui dosen pembimbing adalah salah satu cerminan kemampuan sosialisasi yang buruk. Rasa takut ini harus dibuang jauh-jauh dengan memulai dari diri sendiri dengan cara paling sederhana seperi menjaga penampilan fisik dan bersopan santun.

Terkadang mahasiswa tidak percaya diri karena penampilan fisik yang tidak layak bagi seorang mahasiswa seperti memakai celana jeans robek, tidak memakai sepatu, rambut gondrong dan dikucir, dan hal lain yang menjadi kebiasaaan buruk dalam penampilan sehari-hari. Bagi sebagian mahasiswa mungkin tidak akan ada masalah jika berhadapan dengan mahasiswa lain atau teman-temannya, tetapi jika berhadapan langsung dengan dosen pembimbing, seringkali mereka menjadi tidak percaya diri.

Nah bagi Sobat yang merasa bahwa penampilan kurang oke, cobalah segera memperbaikinya. Bila sudah dapat memperbaiki penampilan maka rasa percaya diri akan tumbuh lebih baik.
Selain itu rasa takut muncul lebih besar dikarenakan cerita-cerita dari kakak-kakak senior tentang dosen pembimbing yang killer. Untuk hal ini, sebaiknya jangan sekali-kali percaya begitu saja, buktikan terlebih dahulu, karena terkadang reaksi dosen menjadi killer adalah karena sikap mahasiswa yang kurang santun dan tidak memperhatikan situasi dan kondisi.
Bila perlu cobalah anda pelajari kepribadian dosen pembimbing sehingga kita tahu persis bagaimana membina hubungan yang baik demi kelancaran proses penulisan skripsi juga.

Mulai Sekarang

"Inilah saatnya",
jangan menunggu, kamu harus mulai mencari literatur sedini mungkin. Saat ini juga baca sebanyak mungkin literatur yang kamu suka, kemudian rumuskan menjadi variabel yang siap dituliskan di skripsi. Datangi seluruh perpustakaan yang ada, toko buku dan pedagang buku bekas untuk mencari bahan-bahan yang dibutuhkan. Jelajahi juga website-website yang menyediakan informasi yang kamu butuhkan. Baca juga ensiklopedia elektronik seperti Encarta, Grolier, Britanica atau yang lainnya.
Segeralah lengkapi diri dengan buku penuntun penulisan skripsi yang biasanya diterbitkan oleh fakultas, atau bagi  mahasiswa fakultas Psikologi, anda dapat membaca dan mengikuti ketentuan penulisan karya ilmiah dari APA (American Psychologist Association). Langkah --> yang perlu dilakukan adalah mencatat dengan lengkap nama pengarang, tahun terbit, judul buku, penerbit serta halaman dari kutipan yang dibaca. Mengingat bahwa hal-hal tersebut sangat vital, usahakan  dapat memperoleh copy dari tulisan yang anda kutip.
Begitu data/informasi sudah terkumpul, maka kamu harus segera menyusun tulisan berdasarkan bahan yang ada dan memformulasikannya menjadi sebuah proposal yang kemudian diajukan ke fakultas. Jangan pernah menunda untuk menyusun proposal skripsi, sebab sekali tertunda maka akan membutuhkan waktu yang lama bagi anda untuk mulai mengerjakannya kembali. Oleh karena itu, MULAILAH SEKARANG JUGA! Selamat mencoba, semoga sukses. (Hary)


About the Author

Setiawan Chogah / Author & Editor

Penulis buku "SMS Terakhir" | Corporate Communications Dompet Dhuafa Banten | Pemimpin Redaksi biem.co (Banten Muda Online) CP: +62 821 1040 9641

0 komen dari temen² gue:

Posting Komentar

Silakan dikomentari, Sob! : (◠‿◠)