Rabu, 04 Mei 2011

Teknik Membuat Paragraf Pembuka yang Menarik

Setiawan Chogah
Apa hal terpenting dalam sebuah artikel (tulisan) setelah judul? Ya. Paragraf pembuka. Begitu pentingnya paragraf pembuka ini sehingga kebanyakan para penulis kawakan konon sampai menghabiskan berhari-hari untuk menyusun 60 kata yang ‘pas’ dan ‘menggoda’ untuk membuat bagian ini. Bahkan Ernest Hemingway konon pernah menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk membuat paragraf pembuka salah satu karya tulisnya.
Bayangkan saja, betapa kecewanya setelah bersusah payah membuat tulisan dengan sepenuh hati ternyata tak satupun orang membaca tulisan sampai tuntas hanya karena paragraf pembuka gagal melakukan fungsinya.
Sebuah ide tulisan bagus yang menggunakan paragraf pembuka buruk sama seperti mengundang teman untuk datang kerumah lalu anda membanting pintu persis di depan muka mereka. Tak hanya batal masuk, tetapi mungkin ‘kapok’ untuk berkunjung lagi.
Nah, ini dia beberapa cara untuk membuat paragraf pembuka yang menarik, agar pembaca rela menggunakan beberapa menit dari waktu berharga mereka untuk membaca tulisan anda lebih jauh.
Buka Dengan Pertanyaan
Membuka tulisan dengan sebuah pertanyaan sesungguhnya merupakan salah satu tehnik retorika dasar (sehingga paragraph pembuka berfungsi sebagai ‘pertanyaan retorik’).
Pertanyaan yang anda gunakan di awal sebuah artikel sesungguhnya secara tidak langsung merangsang pembaca untuk berpikir. Setidaknya penasaran. Artinya mereka mulai terlibat dengan topik yang ingin anda sampaikan di paragraph-paragraf berikutnya. Sesederhana itu.

Buka dengan Anekdot (banyolan) atau Kutipan Terkenal
Anekdot yang relevan seringkali (jika tidak selalu) menarik perhatian pembaca langsung pada saat itu juga. Prinsip teknik ini sama dengan teknik pertama: mengajak pembaca terlibat dalam tulisan.
Kutipan relevan dari orang terkenal di wilayah topik yang sedang anda bahas juga ampuh untuk tetap menahan pembaca agar tidak beranjak dari artikel anda.
Mengajak Pembaca Untuk Berpikir atau Membayangkan
Memasukkan suatu kondisi/sistuasi/sosok ke dalam pikiran pembaca, adalah pekerjaan yang tidak mudah. Tetapi akan menjadi kekuatan yang luar biasa bagi setiap penulis yang mampu melakukannya.
Prinsip kerja teknik ini memiliki kempiripan dengan teknik pertama, hanya saja di sini anda menggunakan ajakan langsung, misalnya: “Bayangkan…” atau “Mungkin anda masih ingat dengan…..”, dst.
Pergunakan Metafora dan Analogi
Metafora dan analogi yang tepat sangat bagus untuk menggambarkan suatu situasi (bahkan yang paling rumit sekalipun) dengan satu kalimat. Bukan hanya mempersingkat, akan tetapi juga merangsang pembaca untuk mencoba menghubungkan, mengasosiasikan, atau membandingkan analogi yang anda buat dengan kasus yang ingin anda ilustrasikan. Ini artinya secara tidak langsung anda sedang mengajak pembaca ikut terlibat di dalam tulisan anda.
Kutip Data atau Statistik
Membuka suatu artikel (tulisan) dengan fakta seringkali sangat ampuh. Meskipun mungkin tidak semua, ada banyak orang yang suka dengan suguhan fakta dan data otentik.
Tentunya data/statistik yang dipakai harus factual dan relevan. Kekuatannya akan menjadi berlipat ganda jika data itu mengagetkan—suatu kenyataan yang berbanding terbalik dengan kelaziman orang berpikir.
Bonus Tips
Hal ketiga yang merupakan bagian terpenting dari sebuah tulisan adalah paragraf penutup. Salah satu teknik yang ampuh untuk menutup suatu tulisan adalah dengan mengirim pembaca ke paragraph pertama lagi. 

Sumber Annida melalui [Sumber:http://media.kompasiana.com/buku/2011/02/01/teknik-membuat-paragraf-pembuka-yang-menarik/]

About the Author

Setiawan Chogah / Author & Editor

Penulis buku "SMS Terakhir" | Corporate Communications Dompet Dhuafa Banten | Pemimpin Redaksi biem.co (Banten Muda Online) CP: +62 821 1040 9641

0 komen dari temen² gue:

Posting Komentar

Silakan dikomentari, Sob! : (◠‿◠)