Minggu, 01 Mei 2011

Pengetahuan Dasar dalam Menulis

Setiawan Chogah
*Donatus A Nugroho
WARNING !!!
Ini adalah pengetahuan dasar dalam menulis. Bagi yang sudah jawara, silahkan ikut share .... saya juga ingin belajar dari kalian semua. Mari belajar bersama dan sesekali boleh serius.

Perkara IDE
...
Pertanyaan yang sering saya terima: "Bagaimana caranya menggali ide tulisan?"
Banyak cara untuk memperoleh ide,salah satunya adalah:
MEMANFAATKAN KETIDAKPUASAN.

Disadari atau tidak, yang mendorong seorang pengarang untuk menulis adalah ketidakpuasannya atas apa yang menurut ukuran moral tidak boleh terjadi. Misalnya orang baik dijahati, orang jahat justru menerima pujian. Kekasih yang tidak setia, orang tua yang kejam terhadap anaknya, hutan yang rusak karena pembalakan liar dll.
Salah satu atau beberapa ketidakpuasan bisa menjadi dorongan (kemudian menjadi ide) untuk menulis.
Apakah kamu juga begitu? Apakah kamu kini merasakah bahwa hal-hal yang buruk ternyata adalah 'modal awal' kita dalam menulis?

Ungkap ketidakpuasanmu, lalu ubahlah menjadi basic story (sinopsis) sebuah cerpen, disini !

*Catatan: Buat sinopsis tidak lebih dari 10 baris dan sudah mengandung 5 W + 1 H.

Silahkan ....


HOROR PUN BERTUHAN
Banyak orang 'awam' yang secara sepintas selalu melecehkan fiksi horor, sebagian lagi menganggap fiksi horor adalah sebuah dosa yang tak terampuni. Sampah yang tak pantas dibaca. Ironis memang, bahkan ada teman sesama pengrajin fiksi pun menempelkan cap yang juga cenderung skeptis.
Saya selama ini menulis mengalir saja, tanpa beban, apalagi sengaja... bermaksud mengajak pembaca meniti jalan ke syurga. Tidak. Saya menulis, hanya menulis. Dan mungkin hanya kebetulan saja bahwa ternyata masih ada sedikit hal baik di karya-karya saya itu. Berikut ini hanya yang sempat terbaca lagi. Selebihnya .... silahkan baca novelnya.

Sejejak Hikmah Dalam Novel HOROR kami :

“Kita semua masih belajar. Kesalahan adalah salah satu dari proses belajar. Bahkan orang tua pun masih belajar, bagaimana menjadi orang tua yang baik.” Hantu Suramadu - hal 155

“Allahuakbar!!” Hantu Suramadu - hal 72

“Mikro percaya Tuhan Maha Mendengar dan Maha Melihat. Mikro memohon kepada Tuhan Yang Maha Melindungi.”  Mikro Serangga Detektif - hal 108

“Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku
adalah termasuk orang-orang yang zalim. Doa Nabi Yunus ketika terjebak di dalam perut ikan paus.” Ghost Traveler - hal 235

 “Bapa di surga. Aku berlindung di dalam hatimu. Jangan Kau meninggalkanku
dalam kesusahan. Dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, Amin!!”  *Ghost Traveller - hal 235

“Semua manusia sama di mata Tuhan. Siapa saja yang berdoa memohon
perlindungan pasti akan diselamatkan. Dia tak meminta balasan apapun.”  *Ghost Traveller - hal 235

“Semakin yakin, semakin kuat doa kita.”  *Ghost Traveller - hal 235

“Angin bijak bersabda padaku: ‘hidup haruslah mengalir, mengalir tenang seperti arus sungai dari hulu menuju ke hilir. Dari awal kehidupan menuju ke samudera keabadian. Mengikuti arus waktu yang tak akan pernah berhenti. Jangan pernah melawan arus waktu karena hanya Tuhan-lah yang mampu. Nikmati waktumu, karena waktu tak akan pernah kembali. Tentukan arah tujuanmu, berlarilah menuju ke samudera luas, jangan putus asa dan berakhir di anak sungai yang dangkal, kering dan mati’.”  *Ghost Traveller - hal 382 & 194

“Ya Allah, aku berpasrah pada-Mu.”  *Ghost Traveller - hal 132

“Ia harus mengulangi solat subuhnya tiga kali sebelum benar-benar khusyuk menghadap Allah, Sang Maha Mengetahui Segala Rahasia. Ia berdoa agar diberi petunjuk dan perlindungan selama menangani kasus. Sesuatu yang jarang dirasakannya, berdoa dengan hati penuh seperti dini hari itu."  *Kau Akan Mati Terpotong Tiga Belas - hal 175

“Ya, Allah, apa yang sebenarnya terjadi. Apakah ini pertanda? Apakah Engkau memang hendak menjadikan aku benar-benar menjadi seorang pembunuh? Bukankah di setiap doa-doaku, tirakatku, air mataku, di malam-malam, yang sepi hingga subuh yang beranjak pagi. Aku telah memohon agar aku terhindar dari kejahatan yang Kau pastikan? Tapi kenapa? Kalau ini ujian dari-Mu, maka kuatkanlah aku, tapi jika ini hukuman tanpa aku mengerti dosaku, akan aku coba jalani dengan ikhlas dan berpasrah pada-Mu. Tahukah Kau, bahwa untuk menjadi ikhlas itu, tak semudah mengucapkannya?”  *Kau Akan Mati Terpotong Tiga Belas - hal 298-299

“Di akhirat, lembaran uang dan kartu kredit sama sekali tidak berguna.”  *13 Tumbal Lumpur Porong - hal 111

Salam! 

About the Author

Setiawan Chogah / Author & Editor

Penulis buku "SMS Terakhir" | Corporate Communications Dompet Dhuafa Banten | Pemimpin Redaksi biem.co (Banten Muda Online) CP: +62 821 1040 9641

0 komen dari temen² gue:

Posting Komentar

Silakan dikomentari, Sob! : (◠‿◠)