Senin, 25 April 2011

Jurus Jadi Penulis "Laris"

Setiawan Chogah
Setiap penulis pasti akan merasa nikmat luar biasa manakala tulisannya dibaca dan memberi makna buat pembaca, namun sayangnya... belum tentu semua penulis dapat menghasilkan tulisan yang “laris”, maksudnya... laris dibaca dan diapresiasi. Nah loh, apa yang salah yaa?
Tenang Sob, kita coba sarikan gimana caranya jadi penulis yang tulisannya “laris” dibaca, mudah-mudahan berguna buat Sobat semua:
Secara Teknis:
1.       Buat judul yang bikin penasaran
Sebuah tulisan, berpotensi menarik minat pembaca atau tidak, bisa ditentukan dari judulnya loh! Kalau judulnya unik, menggelitik, bikin penasaran, tentu banyak yang tertarik untuk membaca isinya. Tapi kalau judulnya saja sudah datar, akan sulit untuk membuat isi tulisan kita “diintip” pembaca.  
2.       Pembukaan yang menggebrak
Selain judul, yang penting untuk diperhatikan selanjutnya adalah pembukaan tulisan kita. Bikinlah pembuka tulisan yang menggelegar, menggebrak, meledak, nendang, nampol, atau nusuk, hehe. Intinya... bikin pembukaan yang tambah bikin penasaran pembaca!
3.       Pergunakan gaya bahasa alias majas!
Cobalah pergunakan majas yang dulu kita pelajari di sekolah! Gaya bahasa hiperbola yang lebay, personifikasi yang membuat benda mati seolah hidup, metafora, ironi, litotes, dan berbagai majas lainnya yang membuat tulisan kita lebih hidup dan semarak, sayang kalau tulisan kita tidak dipoles dengan gaya bahasa yang menarik.
4.       Temukan gayamu sendiri!
Lebih baik menjadi nomor satu dengan gaya dirimu sendiri daripada menjadi nomor dua dengan menyontek gaya orang lain! Kalau memang gaya menulismu puitis, yaa perdalam dan peruncinglah kepuitisanmu! Kalau gaya menulismu nge-pop, peruncinglah gaya nge-popmu! Gaya menulis ini mungkin belum kamu sadari jika kamu masih pemula dalam menulis, tapi kamu bisa mendeteksinya setelah melahirkan beberapa tulisan.
5.       Tetapkan ciri khas tulisanmu!
Ada yang mengkhususkan diri menulis tentang pernikahan dan rumah tangga, ada yang mencirikan dirinya adalah penulis tentang motivasi, ada juga yang menetapkan dirinya sebagai penulis humor atau penulis tentang budaya daerah. Tetapkan ciri khas tulisanmu agar pembaca semakin yakin dengan kemantapan tulisanmu!
6.       Bikin tulisan yang dibutuhkan oleh banyak orang
Coba lihat kebutuhan sekitarmu! Pengetahuan apa sih yang kira-kira diperlukan oleh kebanyakan teman kita. Tulisan yang mengangkat tema “penting” dan banyak dibutuhkan orang, pastilah akan banyak dicari dan dibaca! Uniknya, bisa jadi tema yang banyak dibutuhkan justru hal-hal yang ringan dan mungkin dianggap remeh loh! Selamat mencari!

Secara Non-Teknis:
1.       Mulakan dengan niat!
Berniatlah untuk membagikan ilmu yang kita miliki, bukan sekedar ingin dapat honor/ royalti, jadi tenar, atau dapat penghargaan. Karena sayang banget looh kalau salah pasang niat!
2.       Jiwai tulisanmu!
Kalau kita menulis hal yang sedih, tapi kita sebagai penulis sendiri tidak bisa menitikkan air mata dan merasa tersentuh, jangan harap pembaca kita akan merasa sedih dan terharu! Demikian juga, kalau kita mau menulis hal lucu, tapi kita sendiri tidak mampu tertawa atau minimal merasa geli membaca tulisan tersebut, jangan harap pembaca kita bisa tertawa! Pertama-tama, kita dulu yang merasakan efek tulisan yang kita buat, baru kemudian pembaca kita bisa ikut merasakannya.
3.       Doa!
Memang benar, doa itu senjata orang beriman! Doakan pembaca kita tercerahkan membaca tulisan kita. Mudah-mudahan tulisan kita benar-benar dapat memberi manfaat dan tersebarluaskan di kalangan masyarakat.

About the Author

Setiawan Chogah / Author & Editor

Penulis buku "SMS Terakhir" | Corporate Communications Dompet Dhuafa Banten | Pemimpin Redaksi biem.co (Banten Muda Online) CP: +62 821 1040 9641

0 komen dari temen² gue:

Posting Komentar

Silakan dikomentari, Sob! : (◠‿◠)