Senin, 11 April 2011

AKIBAT SALAH JURUSAN

Setiawan Chogah


Sobat, sebagai orang yang pernah mengalamai hal berikut ini, saya mau share dengan kalian semua agar tidak mengalami hal yang sama, penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan pengangguran intelek (lulusan sarjana tapi menganggur) disebabkan salah memilih jurusan ketika kuliah. Wadooh, berabe kan? Oleh karena itu, jangan sepelekan urusan memilih jurusan! Berikut ada beberapa tips supaya Sobat Nida nggak salah pilih jurusan:

1.      Sesuaikan dengan minat!

Maksudnya, sesuaikan dengan minatmu, bukan minat orangtuamu! Penting sekali menyelaraskan jurusan dengan kegemaran kita.

Bagi yang senang menggambar, coba masuki jurusan desain dan jurusan lain yang berkaitan! Yang suka cuap-cuap berbahasa, bisa coba jurusan komunikasi. Yang demen banget nonton film asing, kenapa nggak coba  jurusan sastra atau bahasa asing seperti sastra Jepang, sastra Korea, sastra Cina, sastra Perancis, sastra Jerman, dkk?

Jangan takut memasuki jurusan yang dianggap “rendah” oleh masyarakat awam! Cuma demi gengsi, kamu memasuki jurusan yang dianggap keren, tapi kalau itu bukan minatmu, kamu mungkin perlu bekerja ekstra keras untuk keluar sebagai sarjana dari jurusan tersebut, dan selama tahun-tahun tersebut merasa tertekan dan menderita (lebay.com).

2.      Perhatikan pula bakatmu!

Bakat berbeda dengan minat. Kalau minat berkaitan dengan yang kamu suka, kamu tertarik terhadap hal tersebut. Sedangkan bakat adalah sesuatu yang dapat kamu kuasai dengan mudah tanpa perlu kerja terlalu keras.

Misal, kamu berminat terhadap sastra asing, tetapi kamu sadar tidak berbakat menghapal, juga tidak berbakat dalam memahami grammar alias tata bahasa. Jangankan kosakata bahasa Perancis, bahasa Inggris saja masih sering salah pengucapan.

Bila demikian, coba pertimbangkan lagi! Benarkah kamu siap memperdalam yang kamu minati meskipun dengan susah payah? Jika siap, kamu pasti bisa! Jika tidak siap, mengapa tidak mengikuti bakatmu saja? Orang yang berbakat akan lebih menonjol daripada yang tidak, apalagi jika bakat tersebut diasah dengan rutin. Jadi, kalau kamu merasa berbakat menghitung dan berlogika, kenapa tidak masuki jurusan Matematika, Fisika, atau teman-temannya saja?

3.      Sesuaikan dengan kondisi keuangan!

Kalau kondisi keuangan memprihatinkan, jangan incar jurusan yang jelas-jelas bermodal besar! Seperti kedokteran, kedokteran gigi, desain komunikasi, yang pasti membutuhkan praktek dan peralatan yang menelan biaya lumayan.

Akan tetapi, jika kamu sangat yakin dengan kemampuan yang kamu miliki, apalagi kalau kamu memiliki segudang prestasi, masalah keuangan ini bisa diatasi kok, solusinya adalah dengan mencari beasiswa, atau mencari orangtua asuh yang bersedia membiayai kuliahmu! Di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan!

4.      Observasi tempat, datangi langsung jurusan incaranmu!

Hal ini dapat memperkuat visimu untuk masuk ke jurusan tersebut! Lihat di mana letak fakultasnya, bagaimana kondisi ruangannya, kondisi mahasiswanya, kondisi kantinnya. Bayangkan suatu saat kamu akan menjadi bagian di sana.

Kalau ternyata tempatnya tidak seperti bayanganmu, apakah kamu yakin ingin belajar di tempat seperti itu? Jangan sampai ada perasaan tidak sreg tapi kamu tekan-tekan, kamu bisa kok melihat jurusan yang sama di universitas lainnya, barangkali lebih memadai sarana dan prasarananya, juga lebih kondusif keadaan mahasiswanya, sehingga lebih menarik minatmu!

5.      Bertanya dengan mahasiswa/ lulusan dari jurusan tersebut!

Observasi penting, wawancara juga penting agar kamu siap lahir batin kuliah di jurusan incaranmu! Tanyakan saja kesan mereka masuk di jurusan tersebut, bagaimana kondisi pergaulan di jurusan itu, sifat-sifat dosennya, apa saja sih yang dipelajari, prospek ke depannya bagaimana, kiat-kiat supaya bisa sukses bagaimana, kalau perlu... lihat buku-buku yang mereka pelajari. Semakin banyak yang kamu ketahui, akan semakin terbayang apakah kamu akan cocok masuk jurusan tersebut.

Jangan sampai kamu baru wawancara setelah masuk jurusan tersebut, kalau ternyata kamu merasa tidak sreg, sudah terlambat doong...

6.      Pilih jurusan yang cepat menghasilkan uang! J

Kalau Sobat Nida ingin cepat-cepat bantu perekonomian orangtua, pilihlah jurusan-jurusan yang bersifat terapan! Jurusan yang tidak bisa langsung bekerja sebelum punya titel seperti Ekonomi, Hukum, Kedokteran, Psikologi, dll, mungkin tetap dapat menghasilkan dengan cara mengajar.

Jurusan yang bersifat praktek seperti komputer, IT, bahasa, desain, bisa langsung diterapkan untuk cari penghasilan. Misalnya dengan cara bantu teman perbaiki komputer, menjadi lay-outer atau ilustrator freelance di penerbitan, menjadi penerjemah komik-komik bahasa asing, atau menjadi interpreter. Asyik kaan?

7.      Kalau jurusan idamanmu bertentangan dengan ortu

Jangan panik! Komunikasikan dengan kepala dingin, jangan dengan marah-marah! Bilang pada ortu bahwa kamu-lah yang akan bertanggungjawab terhadap hidupmu, maka percayakan kamu menentukan pilihan.

Konsekuensinya, kamu harus buktikan bahwa pilihanmu tepat! Jangan sampai ortu makin tidak percaya pada keputusanmu gara-gara kamu mengeluh tiap malam gara-gara tugas kuliah segunung.

Kalaupun kamu tidak berani menetapkan pilihan sendiri, jangan pernah menyalahkan ortu ketika pilihan yang diperintahkan mereka untuk kamu ambil ternyata tidak sesuai dengan minatmu! Sadari bahwa hidupmu adalah tanggungjawabmu sendiri, jangan salahkan siapapun. Oleh sebab itu, beranilah mengambil keputusan! Jangan sampai salah pilih jurusan, runyam masa depan...

About the Author

Setiawan Chogah / Author & Editor

Penulis buku "SMS Terakhir" | Corporate Communications Dompet Dhuafa Banten | Pemimpin Redaksi biem.co (Banten Muda Online) CP: +62 821 1040 9641

0 komen dari temen² gue:

Posting Komentar

Silakan dikomentari, Sob! : (◠‿◠)